Menu

Dark Mode
Siswa SMKN 1 Kademangan Raih Juara 1 Livestock di LKS Jatim 2026 Gotong Royong TNI Dan Warga, Pengelasan Besi Pengaman Jembatan Perintis Garuda Terus Dikebut Satreskrim Polsek Tulungagung Kota Ungkap Penipuan Online Modus Pesanan Fiktif, dan Mengamankan Pelaku Berinisial AD (27) Desa Lebaksari  Bojonegoro  BPBD Tulungagung dan Tim Gabungan Berhasil Menemukan Wanita Asal Kedungwaru Yang Hilang di Sungai Brantas dan Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia di Kediri  Respon Cepat BPBD Tulungagung, Penanganan Pohon Tumbang Menutup Badan Jalan di Desa Ngujang BPBD Tulungagung Melakukan Respon Cepat Penanganan Tanah Longsor di Desa Geger 

NASIONAL

Gerhana Matahari Cincin Akan Terjadi 17 Februari, Wilayah Ini Terkena Dampak

badge-check


					Gerhana Matahari Cincin Akan Terjadi 17 Februari, Wilayah Ini Terkena Dampak Perbesar

JAKARTA – Pada 17 Februari 2026, langit dunia akan kembali ditampilkan dengan peristiwa astronomi yang menarik dikenal sebagaiGerhana Matahari Cincin.

Dilaporkan dari situs unikma.ac.id, fenomena ini sering disebut sebagai “Cincin Api” (Ring of Fire) karena posisi Bulan berada di titik paling jauh dari Bumi (apogee), sehingga cakranya tidak mampu menutupi seluruh permukaan Matahari, meninggalkan lingkaran cahaya terang di sekelilingnya.

Berdasarkan laporan dari National Geographic Indonesia dan evaluasi akademis UNIKMA, berikut ini merupakan informasi lengkap mengenai area yang terkena dampak serta kondisi waktu kejadian.

Peristiwa ini memiliki jalur yang sangat khusus dan sebagian besar melintasi daerah yang tidak padat penduduknya. Lalu, wilayah apa saja yang terkena dampak?

Daftar Jalur dan Tampilan Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026

1. Wilayah “Cincin Api” (Jalur Utama)

Di kawasan ini, para pengamat dapat menyaksikan fase cincin sempurna di mana Bulan berada tepat di tengah Matahari. Sayangnya, jalur ini sebagian besar melintasi daerah yang ekstrem:

Antartika: Tempat ini merupakan lokasi terbaik dan utama untuk mengamati fase cincin penuh. Wilayah yang dilalui meliputi stasiun penelitian seperti Concordia Station dan Mirny Station.

Samudra Selatan: Jalur antumbra (bayangan pusat) bergerak melewati laut di sekitar kutub selatan.

2. Wilayah Gerhana Parsial

Di luar jalur utama, masyarakat di berbagai daerah di dunia masih bisa melihat Matahari yang terlihat “digigit” sebagian oleh Bulan. Wilayah tersebut mencakup:

Afrika Selatan: Termasuk kota-kota yang berada di ujung selatan benua Afrika, seperti Cape Town (Afrika Selatan).

Sektor Selatan Amerika Selatan: Wilayah bagian selatan Chili dan Argentina akan mengalami gerhana sebagian menjelang atau saat matahari terbit/terbenam.

Samudra Hindia dan Atlantik Selatan: Sebagian besar area laut berada di selatan garis khatulistiwa.

3. Bagaimana dengan Indonesia?

Berdasarkan data astronomi yang dirujuk dari National Geographic, Indonesia tidak terletak di jalur gerhana tersebut.

Letak geografis Indonesia terlalu jauh di bagian utara dari jalur bayangan Bulan yang melintasi kutub selatan.

Selain itu, saat matahari gerhana puncak (sekitar pukul 19.12 WIB) terjadi ketika matahari telah tenggelam di sebagian besar wilayah Indonesia.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pimpin One Way Nasional Arus Balik Lebaran, Kapolri ke Pemudik: Utamakan Keselamatan

25 March 2026 - 05:13 WIB

Taruna Akpol Gelar Penyuluhan Mudik Aman dan Sosialisasi Layanan 110 di Daan Mogot

19 March 2026 - 09:46 WIB

Kementerian P2MI Dukung Kementrans Kirim Warga Transmigrasi Bekerja ke Jepang

17 March 2026 - 01:08 WIB

KAPOLRES BESERTA FORKOPIMDA TULUNGAGUNG SAMBUT KUNJUNGAN KERJA WAKIL PANGLIMA TNI DI BATALIYON TP 886/PANJALU JAYATI 

18 February 2026 - 11:56 WIB

Kisah Wanita Malaysia yang Kembali ke Tanah Air Setelah Hidup Sulit di Indonesia karena Menikahi WNI

17 February 2026 - 23:10 WIB

Trending on NASIONAL