Menu

Dark Mode
Siswa SMKN 1 Kademangan Raih Juara 1 Livestock di LKS Jatim 2026 Gotong Royong TNI Dan Warga, Pengelasan Besi Pengaman Jembatan Perintis Garuda Terus Dikebut Satreskrim Polsek Tulungagung Kota Ungkap Penipuan Online Modus Pesanan Fiktif, dan Mengamankan Pelaku Berinisial AD (27) Desa Lebaksari  Bojonegoro  BPBD Tulungagung dan Tim Gabungan Berhasil Menemukan Wanita Asal Kedungwaru Yang Hilang di Sungai Brantas dan Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia di Kediri  Respon Cepat BPBD Tulungagung, Penanganan Pohon Tumbang Menutup Badan Jalan di Desa Ngujang BPBD Tulungagung Melakukan Respon Cepat Penanganan Tanah Longsor di Desa Geger 

POLITIK

Polisi Israel Tahan Imam Masjidil Aqsa di Halaman Masjid

badge-check


					Polisi Israel Tahan Imam Masjidil Aqsa di Halaman Masjid Perbesar

 Pihak berwenang pendudukan Israel pada hari Senin (16/2) malam menahan Imam Masjid Al-Aqsa, Sheikh Mohammad Ali Al-Abbasi di area masjid di Yerusalem yang dikuasai. Seperti dilaporkan oleh sumber setempat.

Penangkapan tersebut terjadi di tengah meningkatnya tindakan pihak berwenang yang menargetkan Masjid Al-Aqsa, kiblat pertama umat Islam.

Tindakan tersebut melibatkan pembatasan terhadap para imam masjid, khatib, dan al-Murabitin yang sering hadir di masjid. Zionis membatasi akses masuk jamaah, serta mendorong ‘serangan’ oleh pemukim Yahudi terhadap Al-Aqsa yang dijaga ketat oleh polisi Israel.

Wilayah Yerusalem yang dikuasai, khususnya kota lama serta area sekitar Masjid Al-Aqsa, mengalami peningkatan ketegangan keamanan akibat tindakan pengamanan yang diperketat oleh pihak berwenang Israel, termasuk penahanan dan pembatasan terhadap tokoh agama serta aktivis setempat.

Tepi Barat

Tidak hanya di Al-Aqsa, Yerusalem, Israel juga memperkuat tekanannya terhadap Tepi Barat. Pemerintah Arab Saudi mengecam tajam keputusan otoritas pendudukan Israel yang mengubah lahan di Tepi Barat menjadi yang disebut sebagai “properti negara” yang terkait dengan otoritas pendudukan tersebut.

Dalam pernyataan yang dilansir oleh Saudi Gazette, Selasa (17/2/2026), Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyebut tindakan tersebut sebagai bagian dari strategi untuk menerapkan realitas hukum dan administratif baru di wilayah Tepi Barat yang dikuasai.

Mereka berpendapat bahwa kebijakan tersebut berisiko mengurangi efektivitas berbagai usaha yang sedang dilakukan guna mencapai perdamaian dan keteraturan di wilayah tersebut.

Pemerintah Arab Saudi kembali menegaskan bahwa tidak ada otonomi Israel atas wilayah Palestina yang dikuasai. Kerajaan juga menyampaikan penolakan total terhadap tindakan yang dianggap sebagai langkah ilegal tersebut.

Dalam pernyataan tersebut disampaikan bahwa kebijakan Israel merupakan pelanggaran berat terhadap aturan internasional. Selain itu, tindakan ini dinilai merusak harapan solusi dua negara serta mengancam hak rakyat Palestina untuk membentuk negara mandiri dan otonom di garis batas 4 Juni 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Profil Kim Ju Ae, Calon Penerus Pemimpin Korut

17 February 2026 - 16:33 WIB

Risiko Indonesia Jika Kolaborasi Drone dengan Iran

17 February 2026 - 12:24 WIB

Trending on POLITIK