Malang – BRIANTVOICE, Pemerintah Kabupaten Malang menyiapkan tempat berusaha bagi para keluarga korban Tragedi Kanjuruhan di area food court Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. “Kami sediakan tempat untuk usaha buat keluarga korban di food court,” kata Bupati Malang M Sanusi di Malang.
Sejumlah keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, pada hari ini telah meninjau lokasi yang dijanjikan oleh Pemkab Malang untuk tempat membuka usaha. Hal tersebut dilakukan setelah selesainya agenda pembahasan mengenai rencana peresmian Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan yang terletak di stadion tersebut.
Agenda tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota yang juga mantan Kepala Kepolisian Resor (Polres) Malang Kombes Pol Putu Kholis Aryana. Sanusi menyampaikan khusus area monumen dan museum memang harus steril dari kegiatan perdagangan. Area museum juga meliputi gerbang 13 yang menjadi saksi atas peristiwa dengan jumlah korban mencapai 135 orang.
“Di area Gate 13 ini, khusus untuk museum dan sekaligus bisa tempat untuk berdoa bagi keluarga korban,” ucap dia. Pihaknya berharap keberadaan museum dapat memberikan manfaat bagi masyarakat umum, terutama juga untuk para keluarga korban.
Sementara itu, Ketua Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan (YKTK) Devi Athok menyampaikan rasa syukur setelah para keluarga korban dipastikan mendapatkan tempat berusaha dari Pemkab Malang. Fasilitas yang diberikan akan benar-benar dimaksimalkan untuk kepentingan seluruh keluarga korban peristiwa pilu tersebut. “Katanya secepatnya, nanti juga dibantu kalau untuk masalah yang penataan dan permodalan,” ucapnya.
Soal pertemuan tersebut Devi menyampaikan hal itu dilakukan sebagai keberlanjutan dari musyawarah pada 28 Mei 2024 dan pengajuan proposal pengelolaan Museum Tragedi Kanjuruhan. “Kami kasih foto almarhum (para korban Tragedi Kanjuruhan) dan nanti pengelolaannya alhamdulillah disepakati ditunjuk bersama,” katanya. (Yul/BV)
Editor: Eko.w







