
Nama Kim Ju Ae kembali menjadi topik pembicaraan setelah Badan Intelijen Korea Selatan (NIS) mengungkapkan bahwa ia kini sedang dalam proses penentuan sebagai calon penerus ayahnya, Kim Jong-un, sebagai pemimpin Korea Utara (Korut). Data tersebut disampaikan kepada parlemen Korea Selatan (Korsel) pada hari Kamis (12/2).
Seorang anggota parlemen Korea Selatan, Lee Seong-kweun, mengungkapkan kepada para jurnalis bahwa Ju Ae telah jelas “ditunjuk sebagai penerus,” menurut laporan yang diberitakanReuters.
NIS juga menyampaikan bahwa mereka akan terus mengawasi apakah Ju Ae akan hadir dalam kongres besar partai pada akhir bulan Februari mendatang.
Jika Ju Ae menggantikan ayahnya, maka ia akan menjadi pemimpin perempuan pertama di Korea Utara sejak berdirinya rezim Komunis pada tahun 1948.
Debut Publik
Kim Ju Ae muncul pertama kali dalam liputan Kantor Berita Pemerintah Korut,KCNA, pada November 2022 saat mendampingi Kim Jong-un menonton uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM).
Ia adalah satu-satunya anak Kim Jong-un yang diketahui oleh masyarakat.
Menurut laporan AP News, debut Ju Ae di lokasi peluncuran rudal dianggap sebagai simbol karena menempatkannya di panggung militer, bagian paling penting dalam pemerintahan Korea Utara.

Namun jauh sebelumnya, namanya pernah disebut oleh mantan pemain basket NBA, Dennis Rodman. Ia mengakui pernah berjumpa dengan keluarga Kim.
“Saya memangku bayi mereka, Ju Ae,” kata Rodman dalam wawancara dengan The Guardian pada 2013.
Pernyataan tersebut menjadi petunjuk awal mengenai keberadaan putri Kim yang sebelumnya disembunyikan.
NIS mengungkapkan bahwa Kim Ju Ae memiliki seorang kakak laki-laki serta seorang adik, namun jenis kelamin dari saudara tersebut belum dapat dipastikan oleh lembaga tersebut. Sampai saat ini, kedua saudara itu belum pernah muncul di depan umum.
Semakin Sering Muncul, Kebiasaan Bermain Kuda
Mulai tahun 2022, Ju Ae semakin sering tampil dalam berbagai acara penting, seperti parade militer, kunjungan ke fasilitas rudal, serta perayaan hari besar negara.
Ia sering kali tampak berada di posisi tengah dalam foto resmi, bukan hanya sekadar berada di samping. Posisinya tidak berada di belakang, melainkan di samping ayahnya.
Reuters melaporkan seorang anggota parlemen Korea Selatan yang mengatakan bahwa Ju Ae kini “secara efektif telah berpindah dari tahap pelatihan ke tahap penerus yang lebih nyata.”

Intensitas munculnya dianggap sebagai salah satu indikator utama perubahan status tersebut.
Pengamat Korea Utara dari Stimson Center, Michael Madden, juga menyatakan bahwa Ju Ae sedang memperoleh pengalaman protokoler yang biasa diberikan kepada tokoh elit inti.
“Kini dia menerima pelatihan untuk menyambut dan berkomunikasi dengan para pemimpin asing serta kalangan elit lainnya,” kata Madden.
Dalam arahan tertutup pada tahun 2023, NIS menyampaikan bahwa Ju Ae memiliki minat seperti berkuda, berenang, dan bermain ski, yang dikatakan Kim Jong-un memuaskan.
Belum Ada Pengumuman Resmi
Meski ada banyak isu yang beredar, pemerintah Korea Utara belum pernah secara resmi mengumumkan siapa pengganti Kim Jong-un.
Media resmi Korea Utara hanya merujuk pada Ju Ae sebagai “anak yang paling dihormati”, sebagaimana dilaporkan AFP.
Namun, julukan tersebut mengalami perubahan yang diperhatikan oleh beberapa pengamat. Sebelumnya, Ju Ae dikenal sebagai “putri kesayangan”.

Pada Februari 2023, Radio Free Asiamelaporkan bahwa otoritas Korea Utara dikabarkan memerintahkan warga bernama “Kim Ju Ae” untuk mengganti identitas mereka.
Tindakan semacam ini dianggap sebagai kebiasaan yang umum dalam tradisi kerajaan di negara tersebut.
Sementara AP Newsmelaporkan, hingga saat ini semua penilaian mengenai pergantian kekuasaan berasal dari analisis intelijen Korea Selatan serta pengamat asing.
Maknanya, status Ju Ae hanya bersifat indikasi politik, bukan keputusan resmi yang diumumkan oleh Pyongyang.
Masih Diperdebatkan
Tidak semua analis percaya bahwa Ju Ae benar-benar akan menggantikan ayahnya. Beberapa pengamat menganggap munculnya dia sebagai bagian dari strategi propaganda atau citra keluarga, bukan penentuan suksesi yang pasti.
Seorang mantan pejabat intelijen Korea Selatan menyampaikan keraguan terhadapAP News.
“Belum terlalu dini untuk menyatakan bahwa dia adalah pewaris yang telah diverifikasi,” katanya.
Nama Kim Yo-jong —adik dari Kim Jong-un— sering dianggap sebagai tokoh penting dalam lingkaran elit yang mampu menggantikan kakaknya bila diperlukan. Ia selama ini aktif memberikan pernyataan resmi terkait Korsel dan Amerika Serikat.

Namun, para analis lain memberi peringatan bahwa ketidakstabilan bisa terjadi jika para elit senior di rezim merasa tidak siap menerima seorang pemimpin muda dan perempuan —atau jika tokoh-tokoh lain seperti Kim Yo-jong maupun pejabat militer penting berusaha mengambil alih kekuasaan.
Di dalam sejarah keluarga Kim, persaingan internal dan pengucilan lawan yang berkuasa bukanlah hal yang asing, sehingga dinamika di dalamnya tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan.







