Menu

Dark Mode
TNI dan Warga Melaksanakan Pembangunan Jembatan Garuda, Sebagai Tahap Penting Dalam Pembangunan Infrastruktur di Tulungagung Bangun Sanitasi Babinsa Kerjen Bersama Warga, Wujud Nyata Pencegahan Penyakit Pemkab Trenggalek Turunkan Proporsi Belanja Pegawai,  Sehatkan APBD Menyapa di Blitar, Satlantas Polres Blitar Kota Percepat Layanan Samsat dan SIM Polantas Kapolres Blitar Kota Serap Aspirasi Masyarakat Lewat Curhat Kamtibmas Seorang  Pria Tukang Keramik Ditemukan Meninggal Dunia Saat Bekerja di Tulungagung

Uncategorized

Faktor Menakutkan, Komentator UFC Akui Alasannya Berhenti Bertanding di Usia Muda

badge-check


					Faktor Menakutkan, Komentator UFC Akui Alasannya Berhenti Bertanding di Usia Muda Perbesar

Komentator UFC, Joe Rogan, membocorkan alasan mengapa ia berhenti bertanding saat masih muda.

Joe Rogan kini terkenal sebagai salah satu komentator paling terkenal di UFC, tetapi apakah kamu tahu bahwa ia pernah berjuang di ring sebelumnya?

Perbedaannya bukan berada di dunia MMA, Joe Rogan adalah atlet yang bertanding dalam cabang olahraga taekwondo.

Rogan menunjukkan bakat yang mengesankan ketika ia berhasil meraih gelar juara dalam Kejuaraan Taekwondo Amerika Serikat di usia 19 tahun.

Ia juga memenangkan kompetisi tingkat negara bagian Massachusetts.

Namun, tidak lama kemudian ia memutuskan untuk meninggalkan dunia pertarungan dan beralih ke bidang yang berbeda.

Mengenai pilihan karier yang diambilnya, Joe Rogan memberikan komentar terbaru saat tampil dalam episode The Joe Rogan Experience.

Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan keputusannya untuk berhenti setelah melihat orang lain mengalami kerusakan otak.

Bersaing di dunia pertarungan memang memiliki risiko yang bisa menyebabkan cedera serta dampak lain yang muncul di masa depan.

“Saya berhenti berjuang ketika saya berusia 22 tahun,” ujar Rogan.

Saya memulai keterlibatan saya di dunia komedi saat berusia 21 tahun dan masih terus berlatih serta tampil beberapa kali sambil tetap terlibat dalam dunia komedi, namun saya tidak lagi memiliki komitmen seperti dulu.

Saya mengalami rangkaian kejadian yang membuat saya kehilangan semangat untuk bersaing.

Salah satu contohnya adalah menyadari adanya kerusakan pada otak. Menyadari hal tersebut pada orang lain.

Mengerti hal itu kepada teman-teman dan kemudian berbaring di tempat tidur dengan sakit kepala setelah sesi latihan, sambil berpikir ‘ke mana ini akan membawa kita?’ dan saya bahkan tidak mendapatkan uang dari semua ini.

Saya memulai latihan tinju dan kickboxing serta menyaksikan banyak kerusakan pada otak.

Saya melihat begitu banyak kerusakan otak yang tidak dilaporkan. Kejadian-kejadian aneh.

Orang-orang akan menceritakan kisah yang sama yang baru saja mereka sampaikan lima menit sebelumnya. Mereka hanya mengulangnya lagi.

Saya menyadari bahwa orang-orang ini lupa bahwa mereka baru saja mengatakan hal yang sama lima menit yang lalu.

“Seperti mereka sedang mabuk, padahal tidak. Mereka mulai menunjukkan gejala awal kerusakan otak,” jelasnya.

Meski pada akhirnya tidak lagi berlaga di medan pertarungan, Rogan belum sepenuhnya meninggalkan dunia pertarungan.

Ia berperan sebagai komentator UFC dan juga memiliki sebuah podcast yang mengundang berbagai tamu, termasuk para atlet olahraga.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menyapa di Blitar, Satlantas Polres Blitar Kota Percepat Layanan Samsat dan SIM Polantas

20 April 2026 - 03:35 WIB

Perbandingan Perawatan Mobil Matik CVT dan Konvensional

17 February 2026 - 14:53 WIB

RSUD Dr. Iskak Tulungagung dan FKG UB Jalin Kolaborasi Tingkatkan Kompetensi Gawat Darurat

17 February 2026 - 09:56 WIB

Mengapa Marc Marquez Tetap Hebat di MotoGP Terungkap

17 February 2026 - 02:28 WIB

Trending on Uncategorized