Komentator UFC, Joe Rogan, membocorkan alasan mengapa ia berhenti bertanding saat masih muda.
Joe Rogan kini terkenal sebagai salah satu komentator paling terkenal di UFC, tetapi apakah kamu tahu bahwa ia pernah berjuang di ring sebelumnya?
Perbedaannya bukan berada di dunia MMA, Joe Rogan adalah atlet yang bertanding dalam cabang olahraga taekwondo.
Rogan menunjukkan bakat yang mengesankan ketika ia berhasil meraih gelar juara dalam Kejuaraan Taekwondo Amerika Serikat di usia 19 tahun.
Ia juga memenangkan kompetisi tingkat negara bagian Massachusetts.
Namun, tidak lama kemudian ia memutuskan untuk meninggalkan dunia pertarungan dan beralih ke bidang yang berbeda.
Mengenai pilihan karier yang diambilnya, Joe Rogan memberikan komentar terbaru saat tampil dalam episode The Joe Rogan Experience.
Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan keputusannya untuk berhenti setelah melihat orang lain mengalami kerusakan otak.
Bersaing di dunia pertarungan memang memiliki risiko yang bisa menyebabkan cedera serta dampak lain yang muncul di masa depan.
“Saya berhenti berjuang ketika saya berusia 22 tahun,” ujar Rogan.
Saya memulai keterlibatan saya di dunia komedi saat berusia 21 tahun dan masih terus berlatih serta tampil beberapa kali sambil tetap terlibat dalam dunia komedi, namun saya tidak lagi memiliki komitmen seperti dulu.
Saya mengalami rangkaian kejadian yang membuat saya kehilangan semangat untuk bersaing.
Salah satu contohnya adalah menyadari adanya kerusakan pada otak. Menyadari hal tersebut pada orang lain.
Mengerti hal itu kepada teman-teman dan kemudian berbaring di tempat tidur dengan sakit kepala setelah sesi latihan, sambil berpikir ‘ke mana ini akan membawa kita?’ dan saya bahkan tidak mendapatkan uang dari semua ini.
Saya memulai latihan tinju dan kickboxing serta menyaksikan banyak kerusakan pada otak.
Saya melihat begitu banyak kerusakan otak yang tidak dilaporkan. Kejadian-kejadian aneh.
Orang-orang akan menceritakan kisah yang sama yang baru saja mereka sampaikan lima menit sebelumnya. Mereka hanya mengulangnya lagi.
Saya menyadari bahwa orang-orang ini lupa bahwa mereka baru saja mengatakan hal yang sama lima menit yang lalu.
“Seperti mereka sedang mabuk, padahal tidak. Mereka mulai menunjukkan gejala awal kerusakan otak,” jelasnya.
Meski pada akhirnya tidak lagi berlaga di medan pertarungan, Rogan belum sepenuhnya meninggalkan dunia pertarungan.
Ia berperan sebagai komentator UFC dan juga memiliki sebuah podcast yang mengundang berbagai tamu, termasuk para atlet olahraga.







