Menu

Dark Mode
Kapolres Blitar Kota Serap Aspirasi Masyarakat Lewat Curhat Kamtibmas Seorang  Pria Tukang Keramik Ditemukan Meninggal Dunia Saat Bekerja di Tulungagung Satlantas Polres Tulungagung Menanamkan Kesadaran Tertib Lalu Lintas Kepada Polsanak Yang Menyasar Kalangan Pelajar Usia Dini Untuk Membentuk Generasi Sadar Keselamatan di Jalan Ray Plt Bupati Tulungagung Resmi Lantik IDI, Siap Perkuat Layanan Kesehatan Daerah Kodim 0815/Mojokerto Serahkan 26 Truk KDKMP kepada Desa dan Koperasi, Dukung Mobilitas dan Pemberdayaan Wilayah Walkot dan BNN Mojokerto Sosialisasi Kepada Masyarakat, Tegaskan Untuk Tidak Pernah Mencoba Narkoba Dalam Bentuk Apapun

EKONOMI

Pemerintah Kabupaten Tulungagung Targetkan PAD 2026 Sebesar Rp 820 Miliar Sesuai Dengan RPJMD 

badge-check


					Pemerintah Kabupaten Tulungagung Targetkan PAD 2026 Sebesar Rp 820 Miliar Sesuai Dengan RPJMD  Perbesar

Tulungagung, Bapenda Tulungagung resmi memulai langkah strategis pemungutan pajak daerah, hal ini ditandai dengan digelarnya Sosialisasi Penyampaian SPPT dan Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tahun 2026 di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Jumat (6/2/2026).

 

Kepala Bapenda Tulungagung, Sukowinarno, SH., S.Pd., M.Si, menjelaskan bahwa target Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk tahun 2026 dipatok sebesar Rp820 miliar sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

 

Meskipun angka tersebut terlihat lebih rendah dibanding realisasi PAD tahun 2025 yang mencapai Rp902 miliar, Sukowinarno menegaskan bahwa target ini bersifat dinamis.

 

”Target saat ini masih mengacu pada RPJMD. Namun, berkaca pada tahun 2025 di mana kita berhasil melampaui target (dari Rp789 miliar menjadi Rp902 miliar atau naik 14%), maka pada proses Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) nanti akan kami evaluasi kembali menyesuaikan perkembangan ekonomi,” jelasnya.

 

Sebagai catatan, tren PAD Tulungagung terus menunjukkan grafik positif. Pada tahun 2025, tercatat kenaikan sebesar Rp93 miliar (27,5%) dibandingkan perolehan tahun 2024, sedangkan Sektor PBB-P2 tetap menjadi instrumen vital dengan kontribusi sebesar 15% terhadap total PAD.

 

Untuk tahun 2026, Bapenda telah mencetak lebih dari 600.000 lembar SPPT yang siap didistribusikan kepada wajib pajak. Selain PBB-P2, pundi-pundi daerah juga bersumber dari, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), dan Pajak Daerah lainnya.

 

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi kepada kinerja Bapenda atas lonjakan signifikan PAD di tahun sebelumnya.

 

Ia mengingatkan bahwa, keberhasilan pembangunan infrastruktur dan layanan publik di Tulungagung sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam membayar pajak.

 

”Saya mengajak seluruh masyarakat Tulungagung untuk taat membayar pajak. Uang pajak yang bapak-ibu bayarkan akan kembali lagi ke masyarakat dalam bentuk pembangunan daerah yang lebih baik,” kata Bupati. (Yul/red)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Liburan Impian Tapi Visa Ditolak? Ini Solusinya!

17 February 2026 - 22:20 WIB

Trending on EKONOMI