Menu

Dark Mode
Jangan Tanya Detail Kematian Saat Orang Sedang Berduka, Ini Saran Psikolog Risiko Indonesia Jika Kolaborasi Drone dengan Iran Lima Orang dengan Gelar Terbanyak di Dunia, Rajin Belajar! Polres Tulungagung Gelar Upacara Sertijab, Rotasi Sejumlah Pejabat Utama Selamat Dan Sukses Hari Ulang Tahun ke-19 SMKN I Pagerwojo  Klarifikasi Dinas PUPR Ruas Jalan sawo – Gambiran 

KRIMINAL

Kasal Muhammad Ali Ungkap Modus Baru Penyelundupan Timah di Bangka Belitung

badge-check


					Kasal Muhammad Ali Ungkap Modus Baru Penyelundupan Timah di Bangka Belitung Perbesar

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Muhammad Ali mengungkapkan bahwa praktik penyelundupan timah di wilayah Kepulauan Bangka Belitung semakin canggih dan terus mengalami perubahan modus.

Para pelaku bahkan menyamarkan kandungan timah dengan memanfaatkan komoditas hasil laut seperti udang dan ikan agar dapat lolos dari pemeriksaan petugas.

Pernyataan tersebut disampaikan Kasal usai pelaksanaan Latihan Operasi Pertahanan Pantai (Latopshantai) di Sungailiat, Bangka, pada Minggu (15/2/2026).

Dalam konferensi pers tersebut, ia menegaskan bahwa upaya penyelundupan melalui jalur laut semakin beragam, terutama setelah aparat :contentReference[oaicite:0]{index=0} berhasil mengungkap sejumlah kasus besar.

“Ada berbagai cara penyelundupan, modusnya terus berubah. Setelah kita berhasil mencegah beberapa jenis penyelundupan melalui laut, pelaku mencoba dengan berbagai metode,” ujar Muhammad Ali.

Salah satu modus yang terdeteksi adalah menyembunyikan timah dan mineral pendamping di antara muatan hasil laut agar tampak sebagai komoditas legal saat pemeriksaan di pelabuhan maupun di perairan.

Meski demikian, ia memastikan jajaran TNI AL tetap waspada. Sinergi antara Satgas Khusus Timah Pusat Intelijen Angkatan Laut (Pusintelal), Satlap Tri Cakti, serta Lanal Bangka Belitung dinilai efektif dalam menggagalkan berbagai upaya penyelundupan.

“Alhamdulillah, petugas sangat teliti sehingga mampu menggagalkan tindakan-tindakan tersebut. Kami melakukan penindakan dan pencegahan agar hal ini tidak terulang kembali,” tegasnya.

Perintah Langsung Presiden

Kasal menegaskan bahwa upaya pencegahan penyelundupan timah merupakan perintah langsung dari
:contentReference[oaicite:1]{index=1},
Menteri Pertahanan, serta Panglima TNI.

Oleh karena itu, TNI AL diminta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan BUMN pertambangan seperti
:contentReference[oaicite:2]{index=2}.

Ia menyebut Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai wilayah yang kaya sumber daya alam, terutama bijih timah dan logam tanah jarang (LTJ).

“Sayang sekali jika sumber daya ini diselundupkan dan justru menguntungkan negara lain, sementara negara kita sendiri dirugikan,” ujarnya.

Selain penindakan, TNI AL juga melakukan pembinaan kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam kegiatan pertambangan dan distribusi ilegal, bekerja sama dengan pemerintah daerah serta perusahaan resmi.

Penyitaan Ratusan Ton Timah dan LTJ

Berdasarkan data Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal), selama periode 2025 hingga awal 2026, Operasi Keamanan Laut (Opskamla) TNI AL bersama Satlap Tri Cakti berhasil mengamankan total 496.892 ton komoditas timah.

  • Balok timah siap jual: 183.142 ton
  • Bijih timah: 313.209 ton
  • Timah cetak: 0,541 ton
  • Timah koin: 0,121 ton

Seluruh komoditas tersebut diperkirakan bernilai sekitar Rp173,6 miliar.

Selain itu, turut diamankan logam tanah jarang (LTJ) sebanyak 10.762,117 ton, terdiri atas:

  • Monazit: 9.380,784 ton
  • Zirkon: 1.381,333 ton
  • Ilmenit: masih dalam proses penghitungan

Catatan: nilai monazit dan LTJ belum dapat dihitung sebagai pendapatan negara karena belum adanya regulasi khusus di Indonesia.

Razia Gudang di Pangkal Balam

Operasi terbaru dilakukan pada Kamis malam (12/2/2026) di kawasan Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang, menindaklanjuti informasi intelijen terkait rencana pengiriman pasir timah ke Pulau Jawa.

Petugas menemukan aktivitas pemuatan karung mineral ke dua truk ekspedisi. Satu truk membawa sekitar 15 ton monazit dan zirkon, sementara truk lainnya masih kosong.

Di dalam gudang juga ditemukan sekitar lima ton timah kering serta mineral lain yang diperkirakan mencapai 200 ton. Seluruhnya tidak dilengkapi dokumen resmi.

Barang bukti kemudian diamankan di Denpom Lanal Bangka Belitung untuk proses hukum lebih lanjut.

Komitmen Menjaga Kedaulatan Maritim

TNI AL menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan laut dan kedaulatan sumber daya alam nasional.

Pengawasan di laut dan wilayah pesisir akan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas lembaga dan dukungan pemerintah daerah.

Langkah berkelanjutan ini diharapkan tidak hanya memberi efek jera bagi pelaku, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya alam agar manfaatnya dirasakan oleh negara dan masyarakat Indonesia.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Fakta Terbaru Kasus Pembunuhan Siswa SMP di Eks Kampung Gajah

17 February 2026 - 04:57 WIB

Sopir dan Bus ALS Diborgol Polda Banten, 16 Motor Bermasalah di Kabin

17 February 2026 - 04:08 WIB

Trending on KRIMINAL