Tulungagung – BRIANTVOICE, Sebanyak 80 pencari kerja dari Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek, Jawa Timur, mengikuti pelatihan tahap pertama di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Tulungagung sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur Sigit Priyanto, di Tulungagung, Kamis, menekankan pentingnya peran negara dalam menjamin kesejahteraan tenaga kerja, mulai dari pelatihan hingga perlindungan saat bekerja.
“Negara harus hadir, mulai dari melatih, menempatkan, memberikan perlindungan, hingga pekerja bisa purna dalam kondisi selamat dan sehat,” kata Sigit.
Ia menambahkan, keberadaan BLK di Jawa Timur harus saling bersinergi untuk mencetak tenaga kerja yang kompeten.
“Di Jawa Timur ada 16 BLK milik provinsi, belum termasuk milik kabupaten/kota. Ini harus berjalan bersama dan saling bersinergi,” ujarnya.
Sigit juga meminta peserta pelatihan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan keterampilan, karena setelah pelatihan akan dilakukan uji kompetensi.
“Peserta yang dinyatakan kompeten akan mendapatkan sertifikat sebagai bukti kelayakan,” katanya.
Sementara itu, Kepala UPT BLK Tulungagung Agus Setyawan menyebut pelatihan tahap pertama tahun ini diikuti 80 peserta yang terbagi dalam lima kejuruan, masing-masing diisi 16 orang.
Ia berharap pelatihan tersebut mampu mencetak tenaga kerja terampil yang siap terserap di dunia industri.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Tulungagung Willy Tjaksono menilai pelatihan di BLK menjadi langkah strategis untuk menjembatani kebutuhan tenaga kerja dengan dunia usaha dan industri.
Menurut dia, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan berbagai perusahaan untuk menyerap lulusan pelatihan, terutama pada bidang-bidang keterampilan tertentu seperti pengolahan pangan.
“Sejumlah perusahaan anggota sudah siap menampung tenaga kerja terlatih. Program pelatihan ini penting untuk memastikan lulusan memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan industri,” ujarnya.
Editor: Eko.w







