Menu

Dark Mode
Siswa SMKN 1 Kademangan Raih Juara 1 Livestock di LKS Jatim 2026 Gotong Royong TNI Dan Warga, Pengelasan Besi Pengaman Jembatan Perintis Garuda Terus Dikebut Satreskrim Polsek Tulungagung Kota Ungkap Penipuan Online Modus Pesanan Fiktif, dan Mengamankan Pelaku Berinisial AD (27) Desa Lebaksari  Bojonegoro  BPBD Tulungagung dan Tim Gabungan Berhasil Menemukan Wanita Asal Kedungwaru Yang Hilang di Sungai Brantas dan Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia di Kediri  Respon Cepat BPBD Tulungagung, Penanganan Pohon Tumbang Menutup Badan Jalan di Desa Ngujang BPBD Tulungagung Melakukan Respon Cepat Penanganan Tanah Longsor di Desa Geger 

DAERAH

BPKAD Tulungagung Resmi Mencairkan Siltap Perangkat Desa Tiga Bulan Sekaligus 

badge-check


					BPKAD Tulungagung Resmi Mencairkan Siltap Perangkat Desa Tiga Bulan Sekaligus  Perbesar

Tulungagung – BRIANTVOICE, Penantian panjang para perangkat desa di Kabupaten Tulungagung akhirnya membuahkan hasil. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tulungagung resmi mencairkan Penghasilan Tetap (Siltap) untuk periode Januari, Februari, dan Maret 2026 pada Kamis (13/03/2026).

 

Kepala BPKAD Kabupaten Tulungagung, Dwi Hari, mengonfirmasi bahwa seluruh proses administrasi telah rampung dan dana sudah dialokasikan ke rekening pemerintah desa masing-masing.

 

”Siltap bagi kepala desa dan perangkat desa kami cairkan hari ini. Pembayarannya langsung dirapel untuk tiga bulan sekaligus, yaitu Januari hingga Maret,” ujar Dwi Hari dalam keterangan resminya.

 

Ia mengakui bahwa keterlambatan ini sempat memicu keresahan. Namun, pihaknya mengapresiasi dedikasi para perangkat desa yang tetap menjaga kualitas pelayanan publik meski hak mereka sempat tertunda.

 

”Kami berharap dengan cairnya Siltap ini, persoalan finansial yang dikeluhkan rekan-rekan perangkat desa segera teratasi, sehingga roda pemerintahan di tingkat desa kembali berjalan optimal,” imbuhnya.

 

Keterlambatan gaji selama satu kuartal ini nyatanya membawa dampak domino bagi kehidupan para abdi masyarakat di desa. Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Tulungagung, Fatah, mengungkapkan betapa beratnya beban yang dipikul anggotanya selama tiga bulan terakhir.

 

”Keterlambatan ini sangat memukul teman-teman. Kebutuhan keluarga tidak bisa menunggu, mulai dari biaya sekolah anak hingga operasional kerja sehari-hari,” ungkap Fatah.

 

Masalah paling krusial yang muncul adalah macetnya jaminan kesehatan. Akibat iuran yang menunggak selama tiga bulan, kartu BPJS Kesehatan milik perangkat desa sempat nonaktif.

 

”Banyak anggota PPDI dan PKDI yang mengeluh saat sakit karena kartu BPJS-nya tidak bisa digunakan. Tentu kami sangat lega dengan kepastian pencairan hari ini”. (Yul/BV)

 

Editor: Eko.w

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gotong Royong TNI Dan Warga, Pengelasan Besi Pengaman Jembatan Perintis Garuda Terus Dikebut

14 April 2026 - 06:28 WIB

BPBD Tulungagung dan Tim Gabungan Berhasil Menemukan Wanita Asal Kedungwaru Yang Hilang di Sungai Brantas dan Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia di Kediri 

12 April 2026 - 15:05 WIB

Respon Cepat BPBD Tulungagung, Penanganan Pohon Tumbang Menutup Badan Jalan di Desa Ngujang

10 April 2026 - 06:17 WIB

BPBD Tulungagung Melakukan Respon Cepat Penanganan Tanah Longsor di Desa Geger 

9 April 2026 - 05:03 WIB

Bupati Kediri dan Kapolres Hadiri Penyerahan Truk Koperasi Desa Merah Putih, Dorong Penguat Ekonomi

7 April 2026 - 05:19 WIB

Trending on DAERAH