Menu

Dark Mode
Siswa SMKN 1 Kademangan Raih Juara 1 Livestock di LKS Jatim 2026 Gotong Royong TNI Dan Warga, Pengelasan Besi Pengaman Jembatan Perintis Garuda Terus Dikebut Satreskrim Polsek Tulungagung Kota Ungkap Penipuan Online Modus Pesanan Fiktif, dan Mengamankan Pelaku Berinisial AD (27) Desa Lebaksari  Bojonegoro  BPBD Tulungagung dan Tim Gabungan Berhasil Menemukan Wanita Asal Kedungwaru Yang Hilang di Sungai Brantas dan Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia di Kediri  Respon Cepat BPBD Tulungagung, Penanganan Pohon Tumbang Menutup Badan Jalan di Desa Ngujang BPBD Tulungagung Melakukan Respon Cepat Penanganan Tanah Longsor di Desa Geger 

KRIMINAL

Fakta Terbaru Kasus Pembunuhan Siswa SMP di Eks Kampung Gajah

badge-check


					Fakta Terbaru Kasus Pembunuhan Siswa SMP di Eks Kampung Gajah Perbesar

Petugas kepolisian mengungkap beberapa informasi terbaru terkait pembunuhan ZAAQ (14), seorang pelajar SMP, di bekas kawasan wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

Kejadian mengerikan terjadi pada 9 Februari 2026 dan melibatkan dua tersangka yang masih berusia di bawah umur.

Kini pihak kepolisian sedang menyelidiki alasan dan dinamika hubungan antara korban dan tersangka sebagai bagian dari proses penyelidikan. Berikut adalah ringkasannya.

Motif Pembunuhan Siswa SMP di Eks Kampung Gajah: Dendam dari Hubungan Lama yang Patah

Inti dari pembunuhan seorang siswa SMP dengan inisial ZAAQ (14) terjadi karena perasaan kesal dan dendam dari pelaku setelah korban menyatakan ingin berhenti menjadi teman sejak dulu saat di Garut.

“Pelaku di Garut juga pernah memiliki hubungan, saling mengenal. Selanjutnya korban dipindahkan ke wilayah Bandung dan pelaku tetap sering bertemu meskipun jaraknya jauh,” kata Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra.

Intensitas pertemuan yang masih berlangsung setelah korban pindah ternyata tidak mampu menjaga keharmonisan hubungan keduanya. Justru seiring berjalannya waktu, pelaku mulai menyimpan perasaan kesal dan dendam terhadap korban.

Kepala Kepolisian Resor mengatakan titik balik perselisihan terjadi ketika korban menyatakan keinginan untuk berhenti menjadi teman dengan pelaku. Pernyataan itu memicu rasa marah yang sangat dalam.

Sebelumnya, korban dan pelaku YA (16) sudah saling mengenal sejak Sekolah Dasar, namun persahabatan mereka terus memicu perasaan emosional setelah korban pindah ke sekolah di Bandung. Ketika korban memutus hubungan, pelaku semakin emosi hingga muncul niat jahat.

“Akhirnya pelaku benar-benar sangat marah dan bermusuhan. Ketika korban menyatakan sikap bahwa mereka sudah tidak lagi menjadi teman, hal itu membuat pelaku semakin marah,” tambah Niko.

Kasus Siswa yang Tewas di Eks Kampung Gajah: Pelaku Pernah Menendang Korban

Kakek korban menyatakan bahwa benih perselisihan sudah ada sejak lama, termasuk kejadian pukulan fisik oleh salah satu pelaku ketika mereka masih duduk di bangku SD.

“ZAAQ pindah ke Bandung karena dipukul oleh YA saat kelas 6 SD. Pukulan itu mengenai area sekitar mata dan membuatnya memar. Dari kejadian itu, keluarga merasa khawatir, sehingga akhirnya memindahkannya ke Bandung saat SMP,” kata Yusuf, pamannya korban dari pihak ayah.

Sementara keluarga membuat perjanjian agar pelaku tidak lagi berjumpa dengan korban, pelaku akhirnya datang tanpa diketahui oleh keluarga dan kembali memicu perselisihan yang berujung pada kejadian pembunuhan yang memilukan.

“Terakhir sebelum kejadian, korban ingin menjauh dari dia (pelaku) karena sudah tidak wajar dan aneh,” kata Yusuf, pamannya korban.

Kasus Siswa yang Tewas di Bekas Kampung Gajah: Pelaku Dikenal Sering Berperilaku Anomali Kasus Kematian Siswa di Area Mantan Kampung Gajah: Pelaku Terkenal dengan Perilaku yang Tidak Biasa Peristiwa Kematian Siswa di Lokasi Mantan Kampung Gajah: Pelaku Dikenal Memiliki Kebiasaan yang Berbeda Kasus Murid yang Meninggal di Eks Lokasi Kampung Gajah: Pelaku Dikenal dengan Tingkah Laku yang Unik Kasus Kematian Siswa di Bekas Wilayah Kampung Gajah: Pelaku Dikenal Sering Melakukan Perilaku yang Mencurigakan

Berdasarkan keterangan pamannya, korban mengalami tekanan psikologis akibat hubungan yang tidak sehat serta ancaman dari pelaku sebelum kejadian. Korban hanya melihat pelaku sebagai teman biasa, namun juga merasa tertekan karena pengalaman traumatis yang dialaminya.

“Jika ZAAQ menganggapnya sebagai teman biasa, karena ZAAQ masih anak kecil,” kata Yusuf saat dimintai konfirmasi.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban berusaha menjauh dari pelaku karena merasa hubungan yang terjalin tidak normal dan menyebabkan ketidaknyamanan baginya.

“Terakhir sebelum kejadian, korban ingin menjauh dari dia (pelaku) karena sudah tidak wajar dan aneh,” tambah Yusuf.

Keluarga juga menerima informasi bahwa tingkah laku pelaku sering kali menimbulkan masalah di lingkungan sekolahnya. Meskipun demikian, Yusuf mengatakan tidak memahami secara jelas mengenai detail perilaku tersebut.

“Saya mendengar dari seseorang di sekolahnya, pelaku memang orang yang aneh,” katanya.

Rekan-rekan korban juga menyampaikan bahwa pelaku sering memberikan ancaman sebelum kejadian terjadi, dan keluarga menyesali sikap pelaku yang dinilai terlalu kasar dan tidak wajar.

“Saya mendengar dari teman ZAAQ juga banyak ancaman dari pelaku,” ujar Yusuf.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Satreskrim Polsek Tulungagung Kota Ungkap Penipuan Online Modus Pesanan Fiktif, dan Mengamankan Pelaku Berinisial AD (27) Desa Lebaksari  Bojonegoro 

13 April 2026 - 04:53 WIB

Kakek 70 Tahun, Cabuli Korban Sejak SD Hingga SMA di Sumbergempol Terancam 15 Tahun Penjara

7 April 2026 - 12:51 WIB

Satreskrim Polres Tulungagung Berhasil Bongkar Sindikat Pencurian Kabel Telfon Bawah Tanah Lintas Wilayah, 10 Tersangka Berhasil Diringkus

7 April 2026 - 12:36 WIB

Polres Tulungagung Musnahkan Bahan Peledak dan Petasan Hasil Ungkap Kasus Selama Bulan Ramadhan 2026

25 March 2026 - 05:08 WIB

Polres Tulungagung Ungkap Kasus Penyuntikan LPG 3 Kg, Menetapkan Dua Tersangka 

13 March 2026 - 23:35 WIB

Trending on KRIMINAL