Casey Stoner membocorkan alasan mengapa Marc Marquez masih sangat sulit untuk dikalahkan oleh lawan-lawannya di kelas utama MotoGP hingga saat ini.
Memasuki musim kedua bersama tim pabrikan Ducati dalam MotoGP 2026, Marc Marquez berada di posisi terdepan sebagai kandidat kuat juara dunia.
Alien kembali ke level dan posisi yang semestinya setelah menghadapi beberapa musim sulit sejak kecelakaan serius di Jerez, Spanyol pada MotoGP 2020.
Meskipun pernah mengalami penurunan kinerja, Marquez tetap mampu menunjukkan semangat juara terutama pada musim-musim terakhirnya bersama Honda.
Ia tetap menjadi satu-satunya individu yang mampu mencapai podium bahkan meraih kemenangan dengan motor RC213V yang semakin sulit dikendalikan antara tahun 2021 hingga 2023.
Risiko yang besar diambil oleh Marquez dengan meninggalkan Honda dan bergabung dengan Gresini Racing, tim pelanggan Ducati pada musim 2024.
Bersama tim yang di bawah kendali Nadia Padovani, pembalap berusia 33 tahun itu mulai menemukan kembali kemampuan terbaiknya sebelum bergabung dengan Ducati.
Mengaspal bersama tim Borgo Panigale, Marquez semakin dominan dengan meraih 15 posisi podium dan 11 kemenangan dalam balapan Grand Prix, yang membawanya meraih gelar juara dunia.
Tokoh yang terkait dengan nomor 93 memang sangat sulit dikalahkan, hingga akhirnya ia mengalami cedera setelah kecelakaan di Sirkuit Mandalika, Indonesia.
Kembali berlari di jalur sirkuit dalam tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Marquez langsung menunjukkan kecepatannya dengan menjadi yang tercepat pada hari pertama.
Meskipun terjadi fluktuasi pada hari berikutnya, hasil ini jelas menunjukkan bahwa rekan satu tim Francesco Bagnaia masih belum kehabisan bakat.
Sebagai mantan pembalap MotoGP, Casey Stoner mengapresiasi seberapa baik konsistensi performa Marquez hingga saat ini meskipun seringkali terkena cedera akibat kecelakaan yang mengerikan.
Dalam pandangan para pria Australia, Marquez benar-benar memiliki bakat, serta kecepatan yang tidak terbantahkan.
Hal tersebut terbukti dari musim lalu ketika pembalap Spanyol itu menunjukkan kombinasi sempurna antara bakat pembalap dan kinerja motor yang tangguh dari Ducati.
“Tidak diragukan lagi bakatnya, kecepatannya, tidak ada keraguan sama sekali,” ujar Stoner, dilaporkan oleh Motosan.
“Tetapi saya merasa banyak pembalap terjebak dalam situasi yang sama,” tambahnya.
Selanjutnya, Stoner mengatakan bahwa kemampuan Marquez dalam memanfaatkan seluruh bakat dan keahliannya menjadi alasan mengapa dia masih sulit untuk dikalahkan.
Kesadaran untuk memanfaatkan seluruh kemampuan yang dimiliki itulah yang membuat Stoner merasa bahwa hal ini menjadi perbedaan antara Marquez dan para lawannya.
“Banyak pembalap cepat saat ini, tetapi menurut saya tidak banyak yang memaksimalkan kemampuan balap mereka,” ujar Stoner.
“Di sanalah Marc Marquez mengalahkan mereka seperti saat ini,” tambahnya.
Kuri-kuri Boy tidak akan mengabaikan situasi jika Marquez memiliki kelemahan yang signifikan dan bisa menjadi peluang bagi lawan untuk mengalahkannya.
Namun, hal ini tampaknya belum sepenuhnya dipahami oleh lawan-lawannya, sehingga Marquez masih mampu bersaing di posisi terdepan.
“Marquez memiliki kelemahan besar di masa lalu yang menurut saya tidak ada yang menyadari, dan saya tetap tidak akan membicarakan hal itu,” ujar Stoner.
Tetapi mengejutkan bahwa tidak ada yang mampu memanfaatkannya, saya kira hal itu disebabkan oleh fakta bahwa semua orang melihatnya sebagai bos terakhir.
“Dan alih-alih mengetahui apa yang harus mereka lakukan, fokus pada diri sendiri, mungkin bagaimana cara menghadapinya, mereka hanya memandangnya sebagai lawan yang sangat sulit,” tambahnya.







