Ringkasan Berita:
- Hidangan berbuka yang sesuai dapat membantu menjaga kondisi perut tetap stabil selama menjalani puasa.
- Pemilihan makanan yang tidak tepat saat berbuka puasa dapat menyebabkan gejala seperti nyeri, muntah, kembung, atau asam lambung meningkat pada siang hari.
- Lambung seseorang yang menderita maag cenderung lebih rentan, terutama setelah berjam-jam kosong saat berpuasa.
Sarapan pagi merupakan waktu makan yang sangat penting, terutama bagi penderita maag.
Hidangan sahur yang tepat mampu membantu menjaga kondisi perut tetap stabil selama menjalani puasa.
Pemilihan makanan yang tidak tepat dapat memicu gejala seperti nyeri, muntah, kembung, serta asam lambung meningkat pada siang hari.
Banyak orang masih mempercayai bahwa semua jenis makanan aman untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.
Meskipun lambung penderita maag cenderung lebih rentan, terutama setelah berjam-jam kosong saat tidur.
Oleh karena itu, penting untuk memahami jenis makanan apa yang sebaiknya dihindari agar puasa tetap nyaman dan berjalan lancar.
Berikut ini 10 jenis makanan yang sebaiknya dihindari saat berbuka puasa oleh penderita maag.
1. Makanan Pedas
Makanan yang pedas ternyata mampu meningkatkan selera makan saat berbuka puasa.
Namun, bagi penderita sakit maag, cabai dan bumbu yang pedas dapat menyebabkan iritasi pada dinding lambung.
Akibatnya, produksi asam lambung dapat meningkat dan menyebabkan rasa panas.
Jika dikonsumsi saat sahur, dampaknya dapat dirasakan sepanjang hari selama berpuasa.
Perut terasa panas, tidak nyaman, hingga mual.
Sebaiknya kurangi penggunaan sambal atau bumbu yang pedas, serta pilih rasa yang lebih lembut.
2. Makanan Goreng dan Makanan Berminyak
Makanan gorengan seperti bakwan, tempe goreng, atau ayam goreng tepung memang cocok digunakan sebagai sahur.
Namun, makanan yang kaya akan lemak memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna oleh lambung.
Pada penderita sakit maag, kondisi ini dapat memicu perut terasa penuh, kembung, dan asam lambung mudah naik.
Selain itu, makanan yang mengandung lemak tinggi juga dapat memperlambat proses pengosongan lambung.
Lebih baik memilih makanan yang dimasak dengan cara direbus, dikukus, atau digoreng dengan sedikit minyak.
3. Makanan Asam
Makanan atau buah yang terlalu asam seperti jeruk, cuka, atau tomat dalam jumlah berlebihan bisa menyebabkan peningkatan keasaman lambung.
Saat berbuka puasa, kondisi lambung yang masih rentan menyebabkan rasa asam lebih terasa.
Untuk penderita maag, disarankan untuk mengurangi konsumsi makanan asam saat berbuka puasa.
Pilih buah yang lebih baik untuk perut, seperti pisang matang, pepaya, atau semangka.
4. Kopi dan Minuman Mengandung Kafein
Banyak orang mengonsumsi kopi saat berbuka puasa agar tetap terjaga.
Kafein yang terkandung dalam kopi mampu memicu peningkatan produksi asam lambung serta memperburuk gejala maag.
Selain itu, kopi juga dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat saat berpuasa.
Bagi seseorang yang menderita maag, sebaiknya menghindari minum kopi saat berbuka puasa dan lebih baik memilih air hangat atau teh herbal yang tidak mengandung kafein.
5. Minuman Bersoda
Minuman berkarbonasi dapat menyebabkan kembung pada perut.
Pada penderita sakit maag, tekanan gas dalam perut dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan.
Akibatnya, muncul rasa panas di dada (heartburn) dan ketidaknyamanan selama berpuasa.
Untuk berbuka puasa, air putih hangat lebih aman dan bermanfaat bagi sistem pencernaan.
6. Cokelat
Banyak orang tidak menyadari bahwa cokelat dapat memicu gejala maag.
Kandungan lemak dan kafein yang terdapat dalam cokelat mampu membuat katup lambung menjadi lebih rileks, sehingga memungkinkan asam lambung naik ke atas.
Jika dikonsumsi saat berbuka puasa, cokelat dapat berpotensi menyebabkan ketidaknyamanan pada perut di siang hari.
Jika menginginkan makanan yang manis, kurma atau buah alami yang manis dapat menjadi pilihan yang lebih aman.
7. Makanan Siap Saji dan Kandungan MSG Tinggi
Makanan instan sering menjadi pilihan utama saat berbuka puasa karena kemudahan penyajiannya.
Namun, makanan cepat saji biasanya mengandung tinggi natrium, MSG, dan bahan pengawet yang dapat menyebabkan iritasi pada lambung.
Selain itu, makanan ini menyebabkan rasa haus yang cepat saat berpuasa.
Bagi penderita maag, sebaiknya memilih makanan rumah tangga yang segar dan disajikan dengan cara masak yang sederhana.
8. Susu dengan Kandungan Lemak Tinggi
Susu krim penuh, keju dengan kadar lemak tinggi, serta krim mampu memperlambat proses pengosongan lambung.
Beberapa penderita sakit maag dapat mengalami mual dan perasaan kenyang di bagian perut.
Jika ingin mengonsumsi susu saat berbuka puasa, pilih jenis susu dengan kandungan lemak rendah dan konsumsi secukupnya sambil memperhatikan respons tubuh.
9. Makanan Terlalu Manis
Kue yang manis, sirup yang kental, atau minuman yang mengandung banyak gula sebaiknya dikonsumsi secara terbatas saat berbuka puasa.
Konsumsi gula berlebihan bisa menyebabkan peningkatan produksi asam lambung pada sebagian individu.
Selain itu, makanan yang terlalu manis dapat menyebabkan energi meningkat secara cepat kemudian menurun, sehingga tubuh mudah merasa lemah saat berpuasa.
Pilih sumber karbohidrat kompleks seperti beras, bubur oat, atau roti gandum agar terasa kenyang lebih lama.
10. Makanan Bersantan Pekat
Masakan berkuah santan seperti gulai, opor, atau rendang memang mengundang selera.
Namun, santan kental memiliki kandungan lemak yang tinggi sehingga agak berat saat dicerna.
Bagi seseorang yang menderita maag, makanan ini dapat menyebabkan perut kembung dan asam lambung naik.
Jika ingin tetap mengonsumsi santan, gunakan santan yang encer dan hindari mengonsumsinya secara berlebihan.
Untuk menjaga kenyamanan selama berpuasa, penderita maag dapat mengikuti beberapa cara sederhana seperti sahur di dekat waktu imsak,
makan dengan porsi yang cukup, tidak berlebihan, kunyah makanan secara perlahan, hindari langsung tidur setelah sahur,
tingkatkan konsumsi air putih, serta pilih makanan yang lembut dan mudah dicerna
Dengan menghindari makanan yang memicu dan memilih hidangan yang baik untuk lambung, penderita maag masih dapat menjalani puasa dengan nyaman.
Kenali juga jenis makanan yang paling rentan terhadap tubuh, karena setiap individu bisa meresponsnya secara berbeda.







