Kucing terkenal dengan kemampuan penciuman yang sangat baik. Bau yang bagi manusia terasa biasa atau bahkan wangi, bisa terasa sangat menyengat dan tidak nyaman bagi kucing.
Tidak mengherankan, beberapa jenis aroma sering kali membuat kucing menjauh, stres, atau menunjukkan tingkah laku yang tidak biasa.
Memahami jenis aroma yang tidak disukai oleh kucing penting bagi pemilik untuk menciptakan lingkungan rumah yang nyaman dan aman.
Selain itu, aroma tertentu, selama tidak berbahaya, sering digunakan untuk menghalangi kucing masuk ke area yang tidak diinginkan.
Indra penciuman kucing sangat peka
Kucing memiliki sekitar 200 juta reseptor penciuman, jauh lebih banyak dibandingkan manusia yang hanya memiliki sekitar 6 juta.
Selain itu, kucing memiliki organ jakobson di langit-langit mulut yang memperkuat kemampuan mereka dalam mengidentifikasi aroma dengan lebih mendalam.
“Indra penciuman kucing memainkan peran penting dalam komunikasi, navigasi, dan kelangsungan hidup,” ujar dokter hewan Jessica Bell dari Washington State University, dilansir dariPetMD.
Karena sifat sensitifnya, bau yang terlalu tajam bisa dengan mudah membuat kucing merasa tidak nyaman.
Aroma yang dibenci kucing
Berikut beberapa wewangian yang paling tidak disukai oleh kucing:
- Aroma buah-buahan sitrus seperti lemon, jeruk, limau, dan grapefruit memiliki kandungan minyak alami yang bauannya terlalu kuat untuk kucing dan bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan mereka.
- Rasa pedas: Cabai dan lada mengandung senyawa capsaicin yang menyebabkan rasa panas. Cukup satu hirupan saja sudah bisa membuat kucing merasa terancam.
- Minyak atsiri: Minyak atsiri seperti peppermint, minyak pohon teh, kayu manis, dan eukaliptus bersifat beracun bagi kucing. Paparan melalui kulit, dihirup, atau dikonsumsi dapat menyebabkan gangguan yang sangat serius.
- Pembersih rumah: Aroma pemutih, amonia, cuka, serta bahan pembersih kimia lainnya bisa menyebabkan iritasi pada pernapasan kucing dan berisiko jika tertelan dari bulu atau kaki mereka.
- Bau hewan lain: Kucing yang memiliki sifat teritorial bisa merespons secara negatif ketika mencium aroma kucing lain, anjing, atau hewan liar yang dianggap sebagai ancaman.
- Parfum dan kolonial: Wangi yang dibuat dengan aroma kuat sering kali terasa terlalu menyengat bagi kucing.
- Sereh: Bahan ini sering digunakan sebagai penangkal nyamuk, namun juga sangat tidak disukai oleh kucing karena baunya yang menyengat.
- Deterjen dan pelembut pakaian: Kucing cenderung lebih menggemari benda yang memiliki aroma alami. Aroma dari deterjen bisa menghilangkan feromon, sehingga membuat kucing merasa tidak nyaman.
- Kotak pasir yang kotor: Kucing sangat peka terhadap kebersihan. Kotak pasir yang tidak sering dibersihkan bisa membuat kucing enggan memakainya.
- Mentol: Mentol yang terdapat dalam salep dan obat batuk berbeda dengan catnip. Bau buatan ini justru membuat kucing merasa tidak nyaman.
- Pisang: Kulit buah pisang mengandung senyawa etil asetat yang memiliki aroma menyengat dan tidak disukai oleh kucing.
- Daging busuk: Sebagai hewan pemakan daging, kucing sangat sensitif terhadap kualitas makanan dan cenderung menghindari bau daging yang sudah tidak segar.
Apakah aroma bisa digunakan untuk mengusir kucing?
Aroma yang tidak disukai oleh kucing bisa berfungsi sebagai penghalang sementara, selama bahan tersebut aman dan tidak beracun.
Bahan seperti cuka atau buah jeruk yang telah diencerkan dapat digunakan, tetapi tidak boleh disemprotkan langsung ke tubuh kucing.
Namun, para ahli perilaku hewan memperingatkan bahwa aroma pengusir tidak mengatasi akar dari masalah perilaku. Kucing yang stres justru dapat membentuk kebiasaan buruk yang lain.







